Sabtu, 22 Oktober 2011

Lunturnya Corak Islam di Era Modern


Berbicara tentang corak berarti ada beberapa warna atau bagian-bagian dari corak itu sendiri. Lalu kalau corak itu mencerminkan tentang Islam dan ajarannya, maka ada bagian-bagian yang penting yang harus kita perhatikan.

Islam muncul di Jazirah Arab pada kurun ke-7 masehi, ketika Nabi Muhammad s.a.w. mendapat Wahyu dari Allah s.w.t. Setelah kematian Rasullullah s.a.w.  kerajaan Islam berkebang sejauh Samudra Atlantik di Barat dan Asia Tengah di Timur. Lama kelamaan umat Islam terpecah dan  terdapat banyak kerajaan-kerajaan islam lain yang muncul. Islam sudah dikenal ke Nusantara  atau Indonesia pada abad pertama hijryiah / 7 masehi, meskipun dalam frekuensi yang tidak terlalu besar, seperti melalui perdanggangan, dengan para pedanggang muslim yang berlayar kekawasan ini singgah untuk beberapa waktu. Pengenalan islam lebih intensif, khususnya di semananjung Melayu dan Nusantara, berlangsung beberapa abad kemudian. Dengan masuknya ajaran-ajaran islam ke Nusantara otomatis berkembangnya Budaya-budaya, politik, dan lain-lain yang bsangat mempengaruhi keberagaman suku-suku di Indonesia. Sampai sekarang islam adalah penduduk terbanyak di Indonesia, namun kebanyakan orang berpendapat islam hanyalah sesuatu yang mereka yakini sebagai aqidah semata, tapi tidak mereka jadikan sebagai jalan (cara) supaya hidup yang hanya sementara ini menjadi teratur dengan syariat-syariat yang telah diajarkan islam. Hal ini sangat banyak ditemui dikota-kota besar maupun didaerah terpencil. Karena di zaman sekarang seperti saat ini apabila orang ditanya tentang agama ? maka dengan spontan mereka menjawab bangga “ISLAM” adalah agama mereka, tapi ketika ditanya bagaimana Islam itu ? mereka terkadang hanya bisa tersenyum malu, dan dengan entengnya bilang kalau “Islam adalah agama yang kami yakini secara turun-temurun, (atau hanya mengikuti pendahulunya)” memang benar, Islam adalah suatu agama yang sudah diyakini, tapi Islam butuh perhatian deri orang yang meyakininya. Karena dalam agama Islam khususnya budaya islam, seseorang dituntut untuk menjalankan syariat–syariatnya.
Dalam Islam pun banyak tugas–tugas tertentu yang diwajibkan dan dilarang. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah semua penganut agama Islam bisa menjalankan ketentuan–ketentuan Islam itu sendiri? Menurut saya, sudah jelas tidak ada yang bisa menjalankan ketentuan–ketentuan itu dengan sempurna ( seperti dalam sejarah yang dilaksanakan Rasulullah). Kalau pun ada yang bisa melaksanakan, mungkin hanya segelintir orang, karena dilihat dari fakta –fakta sekarang sangat jarang orang disibukkan oleh ajaran–ajaran agama (masalah keagamaan). Mungkin dengan pengaruh perkembangan zaman dan kemajuan IPTEK yang sangat dasyat. Sehingga orang Islam banyak yang berpaling (lupa) dengan kewajiban dan larangan yang sudah ditentukan. Karena Kebanyakan orang sekarang hanya disibukkan dengan harta dan tahta melalui politik dan sebagainya. Yang kalau dipandang dengan kacamata dakwah Islam sangat jauh dari syariat-syariat dan budaya Islam sebenarnya.
Sejarah peradaban islam yang masuk ke Indonesia memang sangat berkembang, bahkan sampai sekarang. Akan tetapi perkembangan itu hanya meliputi aspek- aspek politik, sosial, dan budaya. Sedangkan syariat Islam itu sendiri sekarang sudah mulai luntur dan terlupakan dalam kehidupan masyarakat sosial yang berstatus Islam ini. Kemunduran daya kerohanian yang terjadi di kehidupan bermasyarakat di era modern ini sangat mempengaruhi pada akhlak atau budi pekerti penerus generasi Islam. Dengan pudar dan lepasnya syariat Islam, berarti kebanyakan individu Islam tidak memakai lagi dengan ajaran-ajaran Islam yang tentu saja bersumberkan Al-Quran dan Al-Hadist. Sangat di khawatirkan kalau semua penganut Islam sekarang makin lama semakin melupakan dengan ajaran dan syariatnya,  yang di zaman modern sekarang sudah mulai luntur. Karena yang seperti kita lihat sekarang, negara ini (Indonesia) sudah lama dilanda krisis berkepanjangan. Seperti krisis ekonomi, moral dan akhlak juga pendidikan. Ditambah lagi banyak terjadi bencana-bencana alam, yang mungkin saja semua ini adalah tanda-tanda akhir dari perjalanan hidup makhluk di dunia. Dengan melihat fakta-fakta yang jelas sekarang, seharusnya umat beragama (khususnya Islam) bisa menyadari atau sebagai bahan untuk intropeksi diri masing-masing, kalau apa yang banyak mereka lakukan sekarang , banyak yang bertentangan dengan syariat dan ajaran-ajaran yang dibawa Rasullullah.  


2 komentar:

blog uzanks mengatakan...

mantap postingannya, salam blogger banua

Terima Kasih Sudah Berkunjung...
elHaitamie mengatakan...

salam jua sanak ae...

Terima Kasih Sudah Berkunjung...