Kamis, 17 Maret 2011

Antara Pekerjaan, Ortu, Cinta & Tuhan


Kembali saya berbicara tentang "sebuah prioritas"...


            Pernahkah Anda di buat pusing oleh suatu Pilihan ? jelas pernah... karena jalan hidup selalu bertemu dengan persimpangan, sekarang tentukan pilihan anda! saya yakin banyak orang yang terhenti di tengah persimpangan pilihan.
            ketika kita tengah sibuk dengan pekerjaan, orang tua memerlukan kita, pujaan hati juga ada perlu mendadak dan kebetulan kewajiban kita terhadap Tuhan saatnya kita laksanakan.
apa yang anda lakukan ? Jawabannya adalah Bingung. kenapa ? itu kalau menurut anda semua adalah penting. tapi lain hal nya kalau anda memilih salah satu, berarti tiga pilihan lainnya anda abaikan, dan anda termasuk orang yang egois juga tidak bisa menyikapi pilihan. intinya adalah serba salah, apalagi untuk orang "Paranoid", maka anda akan terjebak di tengah persimpangan. yang menjadi alasan kita bingung umumnya adalah:
1. takut meninggalkan pekerjaan karena dipecat/tidak di percaya lagi.
2. takut kualat/durhaka sama Ortu.
3. takut jadi masalah dengan "Cinta".
4. takut dosa/laknat dari Tuhan.
tapi, itu manusiawi dan lumrah...
              Disinilah Pentingnya kita mengutamakan sebuah pilihan atau Prioritas. dengan begitu kita akan mudah dan tenang menghadapi pilihan sesuai dengan target. lantas... apakah ada solusi untuk yang satu ini ? Tentu ada, jalan keluarnya adalah... yang penting jangan panik, kondisonalkan sikon, pahami lagi satu persatu dari pilihan yang kita dapati, ukur kapasitas waktunya, dan berusaha "cerdik" untuk menentukan yang mana yang didahulukan! maksudnya adalah, coba kita pikir lagi dari 4 pilihan diatas, pekerjaan masih bisa kita limpahkan/pending, sementara cinta cuma dikasih pengertian biar dia ngerti, apalagi buat seorang "Don Juan" itu kan masalah gampang... he, nah... untuk masalah Ortu, saya kira kita wajib untuk nurut dan jangan ditunda! Dan untuk masalah Tuhan kalau bisa kita liat waktunya masih cukup atau tidak, apabila cukup maka dahulukanlah Ortu. karena ketahuilah "RidhaAllahu fi Ridha Wallidain" bukti Tuhan ridha dengan kita itu bisa dilihat dari ridhanya orang tua kita. mungkin hanya itu yang bisa saya bagikan, semoga pikiran kita selalu terbuka untuk hal-hal yang positif. 

Gambar di ambil dari www.google.com

0 komentar: